MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN IVB PATOLOGI KISTA SALURAN WOLFII



0 komentar
(disusun untuk memenuhi tugas praktikum IV B )





Disusun Oleh :
Pinky Defita 090105131
Isnaini Nur A 090105132
Fajar Ayu G 090105133
Marwati 090105134
Muharia 090105135
Anita Rahmawati 090105136
Hermia Fithri L 090105137
Arwinda Nur F 090105138

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
2011

TINJAUAN TEORI
Kista adalah tumor jinak di organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.
Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya. Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea, kista saluran wolfii serta inklusi epidermal.
Kista saluran wolfii adalah tumor jinak pada saluran wolfii yang bentuknya kistik, berisi cairan kental. Kadang kista ini juga berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.
Gejala-gejala Kista
Kista dapat memberikan berbagai keluhan seperti nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Untuk jenis kista folikel, biasanya tidak memberikan rasa nyeri. Sehingga kebanyakan penderita tidak menyadarinya. Namun, jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.
Berdasarkan tingkat keganasannya, kista dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Kista non-neoplastik
Kista non-neoplastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis dengan sendirinya setelah dua atau tiga bulan.
2. Kista neoplastik.
Kista kneoplastik umumnya harus dioperasi, namun tetap tergantung pada ukuran dan sifatnya, apakah membahayakan atau tidak.
Kista umumnya tidak disertai dengan keluhan atau gejala spesifik. Keluhan biasanya akan muncul jika ukuran kista sudah membesar dan letaknya mengganggu organ lain di sekitarnya. Jika si penderita menekan saluran kemih, usus, saraf, atau pembuluh darah besar di sekitar rongga panggul, maka akan menimbulkan keluhan berupa susah buang air kecil dan buang air besar, gangguan pencernaan, kesemutan, atau bengkak pada kaki.
Cara yang paling efektif untuk mengatasi kista yaitu:
1. Dengan mengangkat kista melalui operasi. Namun, tindakan pengobatan tersebut hingga kini belum memberikan hasil yang memuaskan. Tindakan operasi pengangkatan kista tidak menjamin kista tidak akan tumbuh kembali nantinya. Selama seorang wanita masih memproduksi sel telur, maka potensi untuk tumbuh kista akan tetap ada. Namun, dengan meningkatnya pengetahuan serta kesadaran kaum wanita saat ini untuk memeriksakan organ reproduksinya merupakan langkah awal yang tepat untuk mengurangi risiko terjadinya kista.
2. Mengatasi Kista dengan Laparoskopi
Laparoskopi merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang yang lain untuk peralatan bedah yang lain.
Teknik ini disebut juga teknik operasi minimal invansif (Minimal Invansive Surgery). Namun, teknik ini tetap memiliki resiko bagi pasien, terutama karena saat melakukan operasi tersebut, dokter yang menangani memerlukan ruang dalam rongga perut sehingga memerlukan gas karbondioksida (CO2) untuk mengembangkan rongga perut, antara lain risiko yang dapat terjadi jika gas bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam pem- buluh darah.


















KASUS
Seorang ibu benama Ny. R umur 31 tahun datang ke RS Assyifa Yogyakarta. Ibu mengatakan pada bidan bahwa ia merasakan nyeri pada bagian perut. Ibu mengatakan rasa nyeri pada bagian perut mengganggu aktivitasnya. Ibu merasa khawatir atas keadaannya sekarang ini. suami dan keluarga mendukung ibu untuk berobat. Ibu berharap penyakitnya tersebut dapat disembuhkan.

















ASUHAN KEBIDANAN PADA GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA Ny ‘R’ UMUR 31 TAHUN DENGAN KISTA KELENJAR WOLFII
DI RS ASSYIFA YOGYAKARTA
No. Reg : 02452
Tanggal : 14 April 2011
Jam : 10.00 WIB
Oleh : Bidan Vita

A. SUBJEKTIF
Identitas, tanggal 14 April 2011 jam 10.00 WIB oleh: bidan Vita
istri suami
Nama : ny ‘ R’ tn ‘K’
Umur :31 tahun 35 tahun
Agama :islam islam
Suku/bangsa :jawa/Indonesia jawa/ indonesia
Pendidikan : SLTA SLTA
Pekerjaan :swasta swasta
Alamat : jln mawar yogyakrta jln. Mawar yogyakarta
No telp :0274 xxx 0274 xxx
1. Alasan kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksa keadaannya.
2. Keluhan utama
Ibu mengatakan bahwa ia merasakan nyeri pada bagian perut.

3. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah mengidap penyakit menurun seperti asma, diabetes melitus,dsb, dan tidak mengidap penyakit menular seperti Hepatitis, HIV/AIDS.
4. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menurun seperti asma, diabetes militus, jantung dsb dan tidak sedang menderita penyakit menular seperti hepatitis , HIV/AIDS dsb.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan baik dari keluarga Ibu maupun suami tidak ada yang menderita penyakit menurun sepeti asma, diabetes melitus, jantung dsb dan tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti hepatitis, HIV/AIDS dsb
6. Riwayat Perkawinan
Usia menikah : Istri 26 tahun dan Suami 30 tahun
Lama menikah : kurang lebh 5 tahun
Menikah : 1x
Status pernikahan : syah
7. Riwayat haid
a. Menarche umur : 12 tahun
b. Haid : teratur siklus 28 hari
c. Banyaknya : hari pertama :bercak-bercak merah
hari 2-3 :2-3 kali ganti pembalut penuh
hari 4-6 :2-3 kali ganti pembalut tidak penuh hanya sedikit dan bercak-bercak.
d. Disminore : tidak
e. Warna : pada hari pertama dan kedua merah kehitaman bentuk darah mengumpal
f. Bau : khas darah
g. Keputihan : ada



8. Riwayat obstetric : P1 A0 Ah1
Hamil ke Persalinan nifas
Tgl lhr Uk Jenis persalinan Penolong Jens kelamin komplikasi BB/PB laktasi komplikasi
1 27 juni 2008 36 mg Normal bidan L - 3500 ya -

9. Riwayat KB
Ibu mengatakan bahwa ia menggunakan alat kontrasepsi suntik 3 bulanan dan sampai sekarang masih menggunakan nya.
10. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a. Eliminasi
Ibu mengatakan 1X BAB dalam 1 hari. Konsistensi lunak warna kuning.
BAK 3-4x sehari dengan warna kekuningan, bau khas.
b. Nutrisi
Makan 3x sehari dengan komposisi 1 porsi nasi, sayur dan lauk.
Minum 4-5 gelas perhari, jenis hanya air putih dan teh kadang-kadang
c. Personal Hygiene
Ibu mengatakan mandi 2X sehari, ganti baju 2X sehari, gosok gigi 2X sehari. Terkadang ibu mandi di sungai. Keluhan kadang ibu merasa gatal di daerah kemaluan.
d. Pola Seksual
Ibu mengatakan biasanya 2 kali seminggu berhubungan dengan suami.
11. Riwayat psikososial dan spiritual
a. Ibu mengatakan cemas dengan keadaannya saat ini.
b. Keluarga dan suami mendampingi
c. Keluarga dan suami ibu mendukung untuk berobat.
d. Hubungan ibu dengan suami, keluarga, tetangga baik.
e. Ibu menjalankan ibadah dengan baik
f. Ibu mengatakan tidak memiliki hewan peliharaan.
g. Keluarga masih percaya dengan mitos dimasyarakat
h. Adat dan kebudayaan masih sangat kental
i. Pengambilan keputusan dalam keluarga : ibu dan suami
12. Kebiasaan-kebiasaan yang menggangu kesehatan
a. Merokok : tidak pernah
b. Minuman beralkohol : tidak pernah
c. Jamu-jamuan : tidak pernah

B. Data Objektif, tanggal 14 April 2011 jam 10.30 WIB. Oleh: bidan Vita
Keadaan Umum : Kelihatan lemas
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Nadi : 110x/menit
Suhu : 36o C
Pernafasan : 30x/menit
BB : 57kg
TB : 160cm
1. Pemeriksaan fisik
a. Rambut : bersih,hitam,tidak rontok,tidak mudah dicabut
b. Edema wajah : tidak ada
c. Mata : simetris, sklera putih,konjungtiva merah muda.
d. Hidung : tidak ada polip dan bersih
e. Telinga : simetris, tidak ada pengeluaran serumen dan bersih
f. Mulut : bersih, bibir pucat, kering, caries tidak ada
g. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, kelenjar tiroid dan tidak ada pelebaran vena jugularis
h. Payudara : simetris,, puting susu menonjol, tidak ada benjolan.
i. Abdomen : tidak ada bekas luka parut.
j. Ekstremitas : tidak ada oedem dan varises, reflek patella kanan/kiri positif
k. Genetalia : Vulva tidak varises, ada cairan yang berbau keluar
l. Anus : Tidak hemoroid.

C. Assesment tanggal 14 April 2011 jam 11.45 WIB oleh: Bidan Vita
NY ‘R’ umur 31 tahun dengan kista kelenjar wolfii.
D. Planing tanggal 14 April 2011 jam 11.45 WIB oleh: Bidan Vita
1. Menjelaskan pada ibu tentang keadaannya bahwa ibu menderita kista kelenjar wolfii dan ibu mengerti
2. Memberikan dukungan psikologi kepada ibu seperti menenangkan ibu dan ibu merasa lebih tenang.
3. Memberikan penjelasan pada ibu bahwa penyakit ini dapat disembuhkan, ada dokter spesialis yang bisa menangani masalah ini.
Ibu mengerti dan merasa lebih tenang.
4. Memberikan penjelasan kepada ibu untuk menjaga kebersihan personal hygiene karena dengan personal hygiene yang tidak bagus akan memperparah keadaannya, ibu mengerti dan mau melaksanakan anjuran bidan.
5. Berkolaborasi dengan dokter untuk memberikan obat pada ibu.
Ibu bersedia meminumnya.
6. Melakukan rujukan ke RS untuk tindakan selanjutnya seperti pembedahan kista tersebut dan pengobatan lebih lanjut.
Ibu bersedia untuk dilakukan rujukan.
7. Mendokumentasikan tindakan
Bidan sudah mendokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.




TTD

Bidan Vita
DAFTAR PUSTAKA


http://id.wikipedia.org/wiki/Kista
http://wieshlavia.wordpress.com/2009/08/07/kista/
http://jovandc.multiply.com/journal/item/21
http://kandunganbedah.blogspot.com/2008/08/askep-kista-ovarii.html
http://adhedino.blog.friendster.com/kista-vagina/
Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, Bagian. 1981. Ginekologi. Bandung: Elstar Offset
Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

0 komentar:

Posting Komentar

newer post older post