MAKALAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT



0 komentar
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perempuan merupakan mahluk hidup yang mempunyai kebutuhan yang beragam. Kebutuhan itu mencakup beberapa aspek seperti biopsikososial spiritual dimana jika salah satunya tidak terpenuhi akan menimbulkan ketidakseimbangan.
Disini kami akan membahas salah satu contoh ketidak seimbangan yang terjadi pada perempuan yang di sebabkan oleh gangguan pada sistem reproduksi yaitu amenore . Amenore sendiri merupakan salah satu, dari berbagai masalah yang ditimbulkan karena adanya gangguan menstruasi pada perempuan. Siklus menstruasi sendiri dapat dipengaruhi oleh banyak faktor internal seperti perubahan sementara di tingkat hormonal, stres, dan penyakit, serta faktor eksternal atau lingkungan. Hilang satu periode menstruasi jarang tanda masalah serius atau kondisi medis yang mendasari, tapi amenore dari durasi yang lebih lama mungkin menandakan adanya suatu penyakit atau kondisi kronis.
Amenore sendiri mempunyai arti yaitu suatu keadaan tidak haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Namun, ada yang membagi berdasarkan amenorea fisiologik (prapubertas, hamil, laktasi, pasca menopause) dan amenorea patologik (amenorea primer, amenorea sekunder), dan ada yang menggolongkan menjadi amenorea primer, amenorea sekunder dan menopause.


B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian amenore ?
2. Hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan timbulnya amenore ?
3. Apa saja gejala amenore ?
4. Bagaimana penanganan amenore ?
5. Bagaimana tindakan bidan dalam memberikan asuhan pada perempuan yang mengalami amenore ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian amenore .
2. Mahasiswa mengetahui dan memahami penyebab amenore .
3. Untuk mengetahui gejala-gejala apa saja yang ditimbulkan oleh amenore .
4. Menambah pengetahuan mengenai komplikasi yang ditimbulkan oleh amenore .
5. Mengetahui dan memahami bagaimana cara penanganan amenore yang baik dan benar.
6. Mengetahui apa saja tindakan tenaga kesehatan, terutama bidan dalam memberikan asuhan pada perempuan yang mengalami amenore .

D. Manfaat
1. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca mengenai amenore .
2. Untuk memberi gambaran tentang amenore .
3. Dapat menambah pengetahuan tentang amenore dan dapat menanganinya dengan tepat.
4. Memberikan penanganan yang tepat untuk perempuan yang mengalami amenore .













BAB II
LANDASAN TEORI


A. Pengertian amenore
Amenorea adalah keadaan tidak haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Ada yang membagi berdasarkan amenorea fisiologik (prapubertas, hamil, laktasi, pasca menopause) dan amenorea patologik (amenorea primer, amenorea sekunder).
Ada yang menggolongkan menjadi amenorea primer, amenorea sekunder dan menopause. Amenorea primer menunjukkan suatu kelainan medis yang bermakna disebabkan oleh genetik, anatomik, atau endokrin yang mempunyai prevalensi 1-2 %. Hal ini terjadi pada usia 14 tahun dengan tidak adanya pertumbuhan tanda-tanda kelamin sekunder (pertumbuhan payudara, rambut pubis dan rambut ketiak) atau pada usia 16 tahun yang telah tampak tanda-tanda kelamin sekunder, atau tidak haid selama 3 tahun setelah menarche.

B. Penyebab amenore
Amenore sendiri di bedakan menjadi dua:
a. Amenore primer (belum haid sampai umur 18 tahun)
b. Amenore sekunder

Amenore primer atau sekunder (masing-masing) dianggap hadir ketika seorang perempuan
sebelumnya memiliki siklus haid berhenti memiliki periode menstruasi selama tiga siklus berturut-turut, atau untuk jangka waktu enam bulan atau lebih dan tidak hamil.
Gejala lain dan tanda mungkin ada, yang sangat variabel dan tergantung pada penyebab amenore tersebut. Misalnya, gejala ketidakseimbangan hormon atau kelebihan hormon laki-laki dapat mencakup periode menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan, pendalaman suara, dan jerawat. Peningkatan prolaktin tingkat sebagai penyebab amenore dapat mengakibatkan galaktorea (keluarnya cairan dari puting susu yang tidak berhubungan dengan ASI normal).













BAB III
ISI

Ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang sangat luas, karena mempelajari kesehatan orang banyak. Ilmu kesehatan masyarakat mengandung pengertian suatu ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang mempelajarei masalah-masalah kesehatan dan segala factor yang mempengaruhinya serta segala upaya atau cara-cara untuk mengatasinya dalam masyarakat.
Tujuan semua usaha kesehatan masyarakat, baik dalam bidang preventif, kuratif, maupun rehabilitasi ialah agar setiap warga masyarakat dsapat mencapai derajad kesehatan yang setinggi-tingginya baik jasmani, rohani maupun sosialnya serta diharapkan berumur panjang. Wanita merupakan bagian dari masyarakat sehingga semua program peningkatan kesehatan masyarakat tidak lepas dari wanita.
Masa menopause merupakan suatu masa yang berpengaruh pada wanita oleh karena itu diperlukan suatu usaha-usaha kesehatan untuk meminimalkan gangguan pada wanita saat memasuki masa perimenopause dan menopause. Dalam garis besar usaha-usaha kesehatan, dapat dibagi dalam tiga golongan, yaitu :
a. Upaya pencegahan ( usaha preventif ).
b. Usaha pengobatan ( kuratif ).
c. Usaha rehabilitasi.
Dari ketiga jenis usaha ini, usaha pencegahan penyakit mendapat urutan yang utama, karena dengan usaha pencegahan akan diperoleh hasil yang lebih baik serta memerlukan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan usaha pengobatan maupun rehabilitasi.
Leavel dan Clark dalam bukunya “ Preventive medicine for the doctor in his community “ membagi usaha pencegahan penyakit dalam lima tingkatan yang dapat dilakukan pada masa sebelum sakit dan masa sakit yaitu :
a. Health Promotion.
b. Specific Protection.
c. Early Diagnosis and Prompt Treatment.
d. Disability Limitation
e. Rehabilitation.

Penerapan Leavel & Clark dalam usaha-usaha kesehatan untuk menangani masalah-masalah yang timbul pada wanita saat masa peri menopause, menopause hingga pasca menopause sebagai berikut :
1. Masa sebelum sakit
Masa sebelum sakit yang dimaksud pada wanita yang mengalami menopause adalah masa pada waktu wanita tersebut belum mengalami menopause yakni wanita berusia sekitar 40 tahun keatas. Usaha-usaha yang dapat dilakukan yaitu:
a. Mempertinggi nilai kesehatan ( Health Promotion)
Usaha ini merupakan pelayanan terhadap pemeliharaan kesehatan pada umumnya. Health promotion merupakan pencegahan yang bersifat primer. Beberapa usaha diantaranya :
1. Penyediaan makanan sehat cukup kwalitas maupun kuantitasnya.
Pada wanita yang menjelang menopause sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung gizi serta dengan porsi yang sesuai yang dibituhkan oleh tubuh. Hal ini karena menjelang menopause, wanita mengalami berbagai gejala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan kesehatannya. Dengan makanan sehat yang mengandung cukup gizi serta sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh, dapat mengurangi gejala serta komplikasi yang disebabkan oleh menopause. Sebagai contoh yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak serta kaya vitamin dan serat. Makanan tersebut dapat mengurangi resiko komplikasi penyakit cardiovaskuler dan obesitas yang dipicu oleh lemak.
2. Olahraga secara teratur
Seorang wanita yang melakukan olah raga secara teratur maka metabolisme dalam tubuhnya akan berjalan dengan lancar. Sehingga proses detoksifikasi dalam tubuh akan berjalan secara lancar pula. Dengan demikin tidak ada penumpukan zat-zat yang tidak dibutuhkn oleh tubuh, seperti LDL ( lemak jahat ) yang merupakan penyebab arteriosclerosis. Selain itu, secara psikologis olahraga secara teratur akan membuat seorang wanita merasa tenang dan terhindar dari insomnia.

3. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
Pendidikan kesehatan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat. Tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang perbaikan hygiens dan sanitasi lingkungan serta mengenai gizi seimbang. Salah satu dampak positif adanya penyuluhan tentang perbaikan hygiene terhadap wanita yang akan memasuki masa menopause yakni menurunkan resiko terjadinya ISK ( Infeksi Saluran Kemih ). Penyuluhan mengenai gizi seimbang dapat menghindarkan gejala-gejala peri menopause seperti sakit kepala yang dapat diakibatkan oleh tingginya kadar LDL. Kadar LDL yang tinggi dalam tubuh wanita diakibatkan oleh terganggunya kadar estrogen pada masa menjelang menopause.
4. Usaha kesehatan jiwa
Salah satu usaha kesehatan jiwa yang dapat dilakukan antara lain dengan konseling yang dilakukan oleh bidan kepada wanita. Melalui konseling tersebut seorang wanita dapat memperoleh ketenangan secara psikologis karena mendapatkan informasi sesuai kebutuhannya.

b. Memberikan perlindungan khusus terhadap sesuatu penyakit (Specific Protection).
Usaha ini merupakan tindakan pencegahan terhadap penyakit-penyakit tertentu.dan masih merupakan pencegahan sekunder. Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk pencegahan terhadap gejala dan komplikasi menopause diantaranya :
1. Vaksinasi untuk mencegah Ca serviks.
Pada masa menopause,seorang wanita lebih beresiko terkena Ca serviks. Faktor pendukung resiko tersebut antara lain HPV ( Human Papiloma Virus ), usia, keaktifan berhubungan seksual semasa muda, serta sosial ekonomi. Pemberian vaksinasi HPV pada wanita muda sebelum menikah dapat meminimalkan resiko terkena Ca serviks. Sehingga memungkinkan untuk menurunkan angka kesakitan wanita pada masa menopause akibat Ca serviks.
2. Perlindungan kesehatan wanita di lingkungan kerja pada masa menjelang menopause.
Pengalihan tempat kerja dari segala yang dapat mengganggu kesehatan serta memperburuk gejala-gejala menopause ,seperti : polusi, paparan zat-zat kimia, dan temperature.Selain itu adnya Jaminan Kesehatan bagi tenaga kerja wanita dapat memudahkan mendapatkan pemeriksaan secara rutin. Diharapkan dengan adanya perlindungan kesehatan wanita yang mencakup lingkungan kerja dapat mengurangi gejala-gejala yang timbul.
3. Pemberdayaan pada wanita yang memasuki pre menopause dan menopause
Memasuki masa pre menopause dan menopause wanita kerap mengalami berbagai gejala dan komplikasi yang dapat mengganggu fisik dan psikis. Pada masa-masa tersebut mayoritas seorang wanita mengalami down syndrome power karena wanita merasa dirinya sudah tidak lagi berguna. Untuk itu diperlukan peran dari tenaga kesehatan termasuk bidan untuk memberdayakan. Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan ketrampilan yang berguna seperti kerajinan tangan.
4. Pap Smear
Pap smear dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker dan tumor pada wanita yang rutin dilakukan. Pap smear sangat disarankan untuk dilakukan bagi wanita yang memasuki masa pre menopause dan menopause. Hal ini disebabkan pada masa tersebut wanita sangat rentan terkena kanker dan tumor pada bagian genitalia. Pap smear merupakan suatu upaya untuk mengurangi morbiditas wanita masa-masa tersebut.

2. Pada masa sakit
Masa sakit yang dimaksud pada wanita yang mengalami menopause adalah masa pada waktu wanita tersebut sudah mengalami menopause yakni wanita berusia sekitar 50 tahun keatas. Penanganan yang dilakukan pada masa sakit merupakan penanganan yang bersifat sekunder. Usaha-usaha yang dapat dilakukan yaitu:
a. Early Diagnosis
Early diagnosis mengandung pengertian tindakan pencegahan pada wanita atau kelompok yang memiliki resiko mengalami menopause. Dengan cara mengenal dan mengetahui berbagai macam gejala dan komplikasi menopause secara dini. Usaha-usaha erly diagnosis pada masa pre menopause dan menopause antara lain :
1. Case Finding
Yaitu mencari kasus-kasus yang terjadi di masyarakat seawal mungkin. Kasus yang dimaksud yaitu hal-hal yang memperlihatkan adanya gejala-gejala serta komplikasi menopause pada wanita yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan psikis wanita tersebut. Dengan dilakukannya case finding tersebut tenaga kesehatan terutama bidan sebagai ujung tombak pelayanan bagi wanita di masyarakat, dapat melakukan diagnosis dini terhadap adanya gejala serta komplikasi pre menopause dan menopause. Sehingga diharapkan kaum wanita yang memasuki masa pre menopause dan menopause dapat menjalani kehidupannya tanpa adanya gangguan pada kesehatan maupun psikisnya.
2. General Check-up
Yaitu pemeriksaan umum seluruh tubuh pada wanita berumur 50 tahun yang beresiko menopause. Pemeriksaan umun tersebut sebagai bentuk deteksi dini terhadap gangguan pada tubuh akibat gejala dan komplikasi menopause.
3. Pap Smear
Yaitu pemeriksaan pada serviks wanita untuk mendeteksi dini kanker dan tumor pada organ kewanitaan. Pap smear harus dilakukan secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pada akhirnya kanker dan tumor yang beresiko tinggi muncul pada masa menopause dapat segera ditangani dengan adanya deteksi dini yaitu pap smear.
4. Mencari daerah yang memiliki tingkat menopause tinggi
Sebagai tenaga kesehatan khususnya bidan dapat menurunkan kemungkinan adanya komplikasi pada wanita menopause dengan mengetahui wilayah yang berpotensial mengalami gejala menopause.
5. Melakukan berbagai survei dalam rangka memperkecil efek-efek negatif menopause.
Dengan melakukan survei di masyarakat yang menjadi lingkup pelayannya, bidan dapat mengetahui secara dini ada tidaknya efek-efek negatif menopause terhadap kehidupan wanita.
6. Penelitian dan pemeriksaan rutin
Penelitian dan pemeriksaan rutin sangat penting untuk penanganan masalah-masalah yang timbul pada masa menopause. Sebagai contoh yaitu : pemeriksaan rutin tekanan darah bagi wanita yang memasuki masa menopause. Pemeriksaan rutin tekanan darah sangat berguna untuk mendeteksi dini hipertensi/tekanan darah tinggi yang sangat rentan terkena hipertensi.

b. Prompt Treatment
Prompt treatment memiliki pengertian pengobatan yang dilakukan dengan tepat dan segera untuk menangani berbagai masalah yang terjadi. Prompt treatment merupakan tindakan lanjutan dari early diagnosis. Pengobatan segera dilakukan sebagai penghalang agar gejala tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Tiondakan prompt treatment antara lain :
1. Case Holding Drugs
Yaitu menangani dan keteraturan berobat. Diharapkan tenaga kesehatan termasuk bidan dapat segera menangani kasus-kasus berupa gejala dan komplikasi menopause yang mengakibatkan gangguan pada kesehatan wanita. Penanganan segera terhadap gejala dan komplikasi menopause dapat meminimalkan hal-hal yang memiliki pengaruh buruk dalam kehidupannya. Penanganan yang diberikan dapat berupa konseling secara langsung maupun penyuluhan secara kelompok seperti dalam kegiatan PKK. Penanganan yang diberikan diiringi dengan pengobatan secara teratur. Untuk pengobatan tersebut dapat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan yang lebih ahli di bidangnya. Sebagai contoh seorang bidan dapat berkolaborasi dengan dokter dalam menagani pasien yang mengalami gejala dan komplikasi akibat menopause yang menginginkan HRT ( Hormone Replacement Therapy).


2. Support life
Dilakukan dengan jalan pemberian pengobatan secepat mungkin pada wanita yang mengalami gejala premenopause yang juga telah mengalami komplikasi akibat menopause tersebut. Pemberian obat secepat mungkin bertujuan untuk mendukung kehidupan wanita pada masa ini. Selain itu dukungan hidup yang diberikan oleh berbagai pihak (keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat) akan membuat wanita pada masa ini dapat menjalani hidupnya tanpa masalah baik fisik, psikis maupun sosial.

Pengobatan yang secara tepat dan segera sangat penting karena pengobatan yang terlambat akan mengakibatkan :
a. Usaha penyembuhan menjadi lebih sulit bahkan mungkin tidak dapat sembuh lagi. Misalnya pengobatan hipertensi yang terlambat pada wanita menopause.
b. Kemungkinan terjadinya kecacatan lebih besar. Kecacatan dapat berupa fisik maupun psikis.
c. Penderitaan si sakit ( wanita perimenopause dan menopause) menjadi lebih lama dan parah.
d. Biaya untuk perawatan dan pengobatan menjadi lebih besar. Sebagai contoh yaitu perawatan dan pengobatan penyakit kardiovaskuler tentunya akan lebih besar. Hal ini akan berbeda apabila sebelumnya dilakukan deteksi dini dan pengobatan yang tepat dan segera yang jauh memerlukan biaya lebih sedikit.

c. Disability Limitation
Disability limitation mengandung pengertian suatu usaha primer untuk pembatasan kecacatan dan berusaha untuk menghilangkan gangguan kemampuan bekerja yang diakibatkan sesuatu penyakit. Penyakit dalam konteks ini yaitu berbagai gejala dan komplikasi yang mengiringi menopause sehingga menimbulkan gangguan kesehatan secara fisik dan psikis pada wanita.
Usaha ini merupakan lanjutan dari usaha health promotion, specific protection, early diagnosis and prompt treatment, yaitu dengan pengobatan dan perawatan yang sempurna agar penderita sembuh kembali dan tidak cacat. Bila sudah tejadi kecacatan maka dicegah agar kecacatan tersebut tidak bertambah berat (dibatasi), dan fungsi dari alat tubuh yang cacat ini dipertahankan semaksimal mungkin. Tindakan dari disability limitation antara lain :
i. Pencegahan terhadap komplikasi dan kecacatan.
Menopause dapat menimbulkan komplikasi antara lain : osteoporosis, masalah urogenital, obesitas, kardiovaskuler, dan dimensia. Bebagai macam komplikasi tersebut dapat menimbulkan kecacatan, sebagai contoh osteoporosis yang tidak ditangani dapat mengakibatkan kerapuhan tulang sehingga membatasi ruang gerak.
ii. Pengadaan dan peningkatan fasillitas kesehatan
Adanya berbagai fasilitas kesehatan yang mendukung bagi masyarakat khususnya bagi wanita perimenopause dan menopause dapat mengurangi kecacatan yang diakibatkan oleh perimenopause dan menopause. Sebagai contoh yaitu adanya posyandu lansia dapat menjadi sarana bagi lansia yang sudah mengalami menopause untuk terus beraktifitas sehingga terhindar dari obesitas, penyakit kardiovaskuler, osteoporosis dan dimensia yang tentu apabila tidak ditangani dapat menimbulkan kecacatan.

iii. Penyempurnaan pengobatan agar tidak terjadi komplikasi
Kecacatan akibat berbagai komplikasi menopause dapat dihindari apabila melakukan pengobatan secara sempurna. Sebagai contoh yaitu penyempurnaan pengobatan kasus fraktur pada wanita menopause yang rentan osteoporosis sehingga terhindar dari kecacatan. Pengobatan untuk mengatasi fraktur selain dengan prosedur yang dilakukan untuk kasus fraktur juga dapat disertai dengan usaha-usaha untuk mrndukung agar pengobatan fraktur tersebut dapat sempurna. Usaha yang mendukung tersebut antara lain dengan terapi hormone ( HRT ) dan pemberian kalsium sehingga fraktur dapat disembuhkan secara sempurna walaupun wanita menopause sangat beresiko terkena osteoporosis.
iv. Pendekatan Psikososial Spiritual
Pada wanita menopause kerap kali mengalami perubahan pada sisi batin dan kehidupan seksualnya. Meskipun hal tersebut merupakan perubahan yang kasat mata, akan tetapi dapat mempengaruhi fisik wanita tersebut. Oleh karena itu diperlukan pendekatan psikososial dan spiritual untuk menghindari kecacatan yang ditimbulkan. Contoh implementasinya yaitu pada wanita menopause yang mengalami depresi dan penurunan libido. Pada wanita ini sangat diperlukan pendekatan secara psikososial dan spiritual sehingga dapat menjalankan fungsi dan perannya sebagai mahluk sosial dan sebagai seorang istri.
v. Intervensi pemerintah dalam mengambil tindakan untuk mendukung kesehatan wanita.
Peran pemerintah sangatlah penting dalam mendukung peningkatan kesehatan wanita dan pembatasan kecacatan akibat menopause. Pemerintah sebagai salah satu penyumbang dana mendapat posisi yang berpengaruh sehingga diharapkan pemerintah memperhatikan masalah kesehatan terutama kesehatan wnita menopause.
d. Rehabilitasi ( Rehabilitation ).
Rehabilitasi adalah usaha untuk mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat, semaksimalnya sesuai dengan kemampuannya. Penderita dalam ruang lingkup ini adalah wanita yang memasuki masalah perimenopause dan menopause. Usaha rehabilitasi ini merupakan suatu tindakan sekunder. Macam-macam rehabilitasi antara lain :
i. Rehabilitasi Fisik
Yaitu agar bekas penderita memperoleh perbaikan fisik semaksimal mungkin. Misalnya pada saat menopause seorang wanita mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan tangan atau kakinya patah. Rehabilitasi dari kaki dan tangan yang patah tersebut yaitu dengan mempergunakan kaki dan tangan buatan, yang memiliki fungsi yang sama dengan kaki dan tangan sesungguhnya.
ii. Rehabilitasi Mental
Yaitu agar bekas penderita dapat menyesuaikan diri dalam hubungan perorangan dan sosial secara memuaskan. Seringkali bersamaan dengan terjadinya cacat badaniyah muncul pula kelainan-kelainan atau gangguan mental. Untuk hal ini bekas penderita perlu mendapatkan bimbingan kejiwaan sebelum kembali kedalam masyarakat. Misalnya seorang wanita yang depresi akibat kecelakaan yang membuatnya cacat tubuhnya secara otomatis hal tersebut akan berpengaruh pula terhadap psikis dan mentalnya, maka dari itu diperlukan dukungan yang lebih agar penderita bersedia kembali berbaur di masyarakat tanpa perasaan cemas dan takut.
iii. Rehabilitasi Sosial Vokasional
Yaitu agar bekas penderita menempati suatu pekerjaan atau jabatan dalam masyarakat dalam kapsitas kerja yang semaksimal-maksimalnya sesuai dengan kemampuan dan ketidakmampuannya. Misalnya seorang yang mengalami masa menopause terlebih jika dia mengalami komplikasi, hal tersebut akan mengganggu kinerjanya dalam masyarakat, sehingga kapasitas kerjanya tidak maksimal.
iv. Rehabilitasi Aesthetis
Usaha rehabilitasi aesthetis perlu dilakukan untuk mengembalikan rasa keindahan, walaupun kadang-kadang fungsi dari alat tubuhnya itu sendiri tidak dapat dikembalikan. Misalnya pada wanita menopause ada kencenderungan untuk mengalami obesitas, untuk itu diperlukan suatu upaya yang berupa olahraga teratur dan mengkonsumsi makanan sehat agar mengurangi resiko obesitas dan memperindah bentuk tubuhnya serta meninfgkatkan kesehatan.





PENUTUP

A. Kesimpulan
Menopause adalah waktu dari kehidupan seorang wanita pada masa haidnya berakhir atau dapat dikatakan bahwa wanita sudah tidak lagi mengalami menstruasi. Ini terjadi karena wanita tidak lagi menghasilkan estrogen yang cukup untuk mempertahankan jaringan yang responsive dalam suatu cara yang fisiologik aktif.
Masa ini hanyalah satu tonggak dalam lintasan hidup seorang wanita. Jika ia mampu menyesuaikan diri, ia akan dapat melewati masa ini dengan baik, tanpa mengalami gangguan. Ia akan siap menghadapi tantangan hidup sesudah menopause berlalu dan tahun-tahun itu akan tetap menyenangkan.
Menopause bukanlah berarti menjadi tua lapuk, tetapi hanya menjadi lanjut usia. Proses menjadi tua sudah dimulai sejak pertama dilahirkan, dan berlangsung terus hingga saat kematian. Sehingga menopause hanyalah salah satu tonggak dalam lintasan antara dua ujung itu dan bukanlah akhir dari kehidupan.

B. Saran
Bagi setiap wanita yang menjelang menopause hendaknya mempersipakan diri untuk menghadapi masa tersebut diantaranya dengan olahraga teratur serta mengkonsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan tubuh. Dengan adanya persiapan tersebut diharapkan wanita tersebut akan menjalani masa menopause dengan tenang dan tanpa komplikasi.









DAFTAR PUSTAKA

Fox-spencer, Rebecca. 2006. Menopause. Jakarta : Erlangga.
Fox-spencer, Rebecca. 2006. Osteoporosis. Jakarta : Erlangga.
Entjang, Indan. 1991. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.
Moore, George dan Neville F. Hacker . 2001. Esensial Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : Hipocrates.
Jones, Derek Llewellyn.1991. Ginekologi dan Kesehatan Wanita. Jakarta : Gaya Favorit Press

0 komentar:

Posting Komentar

newer post older post